Menteri Agama: Perguruan Tinggi Islam Harus Memiliki Ciri Keagamaan
Jurnalistik – Jumat lalu (26/3), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) mengadakan perayaan untuk memperingati 50 Tahun FDK UINSA dengan tema “Penguatan Jejaring Alumni untuk Peningkatan Kapasitas Kelembagaan FDK UINSA 2020 – 2025” yang dapat dilihat dengan menggunakan aplikasi zoom meet.
Acara 50
Tahun FDK UINSA turut mengundang Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil
Elestianto Dardak, dan Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI) Yaqut
Cholil Qoumas untuk memberikan sambutan sekaligus Launching buku Madzhab
Dakwah Wasathiyah Sunan Ampel.
Dalam
sambutannya Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa perguruan tinggi keagamaan
Islam atau Universitas Islam yang ada di Indonesia harus benar – benar memiliki
ciri keagamaan yang melekat, dengan mengajarkan tindakan – tindakan semestinya
yang diajarkan oleh keislaman.
“Perguruan tinggi
keagamaan islam harus benar - benar memiliki ciri keagamaan jangan sampe
islamnya hanya pemanis saja, jangan sampe masih saja terjadi korupsi, kolusi,
dan diskriminatif sehingga jauh dari keislaman saya tidak ingin pada masa
kepimpinan saya yang diamanahkan oleh presiden tidak menjadi lebih baik, tapi
kalo sudah terlajur ya kita perbaiki sama - sama kalo tidak bisa diperbaiki ya
kita antisipasi,” Ujar Yaqut dalam sambutannya pada peringatan 50 tahun FDK
UINSA.
Menurut Yaqut mengoptimalkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) penting untuk dilakukan pada saat permasalahan politik, ditambah dengan banyaknya oknum memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan tertentu.
“Mengoptimalkan kampus PTKIN agar lebih mencerahkan itu
sangat penting apalagi ditengah - tengah
banyak permasalahan politik dan sebagai alat kepentingan tertentu, sebagai
tindak antisipasi oleh karena itu, kampus PTKIN khususnya fakultas dakwah dan
komunikasi terus mempunyai upaya kuat dan sistematis untuk mengarahkan energi
kuat islam kearah yang lebih esensial sehingga agama akan lebih kongkret,”
Tuturnya.
Yaqut juga berpesan aktivitas akademik yang dilakukan
sebagai bentuk untuk melanjutkan dakwah wali songo, dan upaya mendirikan Da’wa
Wasathiyah Center (Daya Center) adalah termasuk ikhtiar untuk melanjutkan mode
pembelajaran dakwah.
“Untuk itu saya berpesan pada 50 tahun fakultas dakwah dan
komunikasi, aktivitas akademika untuk melanjutkan pelajaran dan mode dakwah
wali songo yang berhasil di nusantara dan tetap relevan dengan ruang dan waktu
yang terus berubah karena itu saya mengapresiasi mode dakwah Sunan Ampel dan
pendirian Da’wa Wasathiyah Center yang
merupakan ikhtiar untuk mendakwahkan
islam sebagai solusi dan rahmat bagi seluruh alam,” Pesan Yaqut.

Komentar
Posting Komentar